Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Etnomatematika dalam Budaya Sodor di Bondowoso: Saat Matematika dan Tradisi Bertemu di Lapangan

Bondowoso, sebuah kabupaten di Jawa Timur yang dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, menyimpan lebih dari sekadar warisan kuliner dan wisata. Di tanah yang sejuk ini, anak-anak masih memainkan permainan tradisional yang penuh makna — salah satunya Sodor atau Gobak Sodor.

Permainan sederhana ini ternyata menyimpan nilai etnomatematika, yaitu hubungan antara matematika dan budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Dari garis lapangan hingga strategi permainan, semuanya mencerminkan konsep-konsep matematis yang dapat digunakan dalam pembelajaran modern.

APA ITU ETNOMATEMATIKA?

Etnomatematika adalah pendekatan pembelajaran yang menghubungkan praktik budaya lokal dengan konsep matematika formal. Istilah ini dikemukakan oleh Ubiratan D’Ambrosio (1985), yang berpendapat bahwa setiap masyarakat memiliki cara unik dalam “bermatematika” sesuai konteks budaya mereka.

Di Bondowoso, permainan Sodor menjadi sarana alami bagi anak-anak untuk belajar logika, koordinat, dan strategi, tanpa harus membuka buku rumus.

KONSEP MATEMATIKA DALAM PERMAINAN SODOR

Permainan Sodor dimainkan oleh dua tim: penjaga dan penyerang. Mereka berhadapan di lapangan berbentuk persegi panjang dengan beberapa garis sejajar. Tugas penyerang adalah menembus barisan penjaga tanpa tersentuh.

Tampak sederhana? Coba lihat melalui lensa matematika — ternyata kompleks!

Aspek Permainan

Konsep Matematika

Contoh Penerapan

Lapangan dan Garis

Geometri bidang, luas, keliling

Menghitung luas lapangan atau jarak antar garis.

Posisi Pemain

Koordinat dan vektor posisi

Menentukan posisi pemain dalam sistem grid sederhana.

Pola Gerak

Translasi dan refleksi

Mengamati lintasan gerak pemain yang berpindah dari satu garis ke garis lain.

Strategi dan Skor

Logika, aritmetika, peluang

Menghitung kemungkinan lolos atau menang berdasarkan strategi.

Dengan cara ini, permainan Sodor dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran kontekstual matematika di sekolah dasar maupun menengah.

PENELITIAN YANG MENDUKUNG

Beberapa penelitian mutakhir menunjukkan manfaat nyata dari penerapan etnomatematika dalam pembelajaran:

  1. Ghofar, M.A. (2025) , Penerapan permainan tradisional terbukti meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa SMP
  2. Wakhidah, N.Z & Awantagusnik, A. (2025), Siswa mampu memahami konsep-konsep geometri secara kontekstual melalui pengalaman praktis ethnomatematika
  3. Ummaroh, A. & Salmia, U. (2023), Eksplorasi etnomatematika menunjukkan bahwa permainan tradisional meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan spasial siswa.
  4. Windinovryza, Nurmalina, & Imam Hanafi. (2024), integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa

NILAI BUDAYA DAN PENDIDIKAN KARAKTER

Selain unsur matematis, permainan Sodor juga mengandung nilai-nilai karakter penting, seperti:

  • Kerja sama tim – setiap anggota berperan penting dalam strategi permainan.
  • Disiplin dan kejujuran – pemain harus taat aturan.
  • Kreativitas dan berpikir strategis – menentukan pola serangan atau pertahanan yang efektif.
  • Cinta budaya lokal – menjaga warisan leluhur di era digital.

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI BONDOWOSO

Bayangkan pembelajaran matematika di mana siswa belajar menghitung luas lapangan sambil bermain Sodor di halaman sekolah.

Pendekatan seperti ini menjadikan pelajaran lebih menyenangkan, relevan, dan bermakna.

Guru di Bondowoso kini mulai menerapkan konsep “Matematika Berbasis Budaya”, di mana permainan tradisional dijadikan sarana pembelajaran aktif yang menghubungkan logika, fisik, dan nilai sosial.

PENUTUP

Permainan Sodor bukan hanya hiburan, tetapi juga jembatan antara budaya lokal dan ilmu pengetahuan modern.

Melalui pendekatan etnomatematika, anak-anak Bondowoso belajar bahwa matematika ada di mana-mana — di garis, di gerakan, di strategi, dan di kehidupan mereka sendiri.

“Matematika bukan hanya angka di papan tulis, tapi juga jejak langkah di tanah tempat kita bermain.”

DAFTAR PUSTAKA

D’Ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and Its Place in the History and Pedagogy of Mathematics. For the Learning of Mathematics, 5(1), 44–48. http://www.jstor.org/stable/40247876

Ghofar, Muhammad Abyyu (2025) Efektivitas penerapan etnomatematika permainan tradisional pada pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir reflektif matematis siswa SMP N 1 Kajen. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Nur Zahrotul Wakhidah, & Annafi Awantagusnik. (2025). Eksplorasi Etnomatematika Batik Shibori pada Materi Geometri di SMA Plus Al-Falah Al-Makky. JURNAL ARMADA PENDIDIKAN3(4), 223–235. https://doi.org/10.60041/jap.v3i4.266

Ummaroh, A., & Salmia, U. (2023). Systematic literature review: Eksplorasi etnomatematika pada permainan tradisional. Prosiding SANTIKA, 3(1), 120–130. https://proceeding.uingusdur.ac.id/index.php/santika/article/download/1361/553

Windinovryza, Nurmalina, & Imam Hanafi. (2024). Pengaruh Etnomatematika Permainan Tradisional Engklek Terhadap Minat Belajar Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Di Sekolah Dasar. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary2(10), 3330–3345. Retrieved from https://journal.institercom-edu.org/index.php/multiple/article/view/598


Posting Komentar untuk "Etnomatematika dalam Budaya Sodor di Bondowoso: Saat Matematika dan Tradisi Bertemu di Lapangan"